Gencarkan Patroli Mitigasi, Polres Ogan Ilir Intensifkan Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla

OGAN ILIR – Kepolisian Resor (Polres) Ogan Ilir bersama jajaran terus menggencarkan patroli mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah hukumnya.

Langkah ini diambil sebagai upaya preventif yang agresif guna mencegah sekaligus menanggulangi meluasnya titik panas (hotspot) di sejumlah kecamatan rawan.

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa seluruh personel jajaran telah diinstruksikan untuk bergerak cepat melakukan mitigasi dan pemadaman langsung di lapangan.

“Kami terus menggencarkan patroli mitigasi Karhutla di seluruh jajaran Polres Ogan Ilir. Ini adalah bentuk upaya preventif demi memastikan titik-titik api dapat ditekan sejak dini dan tidak meluas,” ujar AKBP Rizka Aprianti dalam keterangannya, Sabtu (3/10).

Berdasarkan laporan situasi (Lapsit) mutakhir hingga Jumat, 2 Oktober pukul 18.00 WIB, tercatat ada 24 titik panas (Hotspot/HS) yang tersebar di beberapa wilayah strategis Ogan Ilir. Dari total tersebut, sebanyak 20 titik panas dipastikan telah berhasil diverifikasi lapangan (Ground Check/GC) dan sebagian besar berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan.

Berikut adalah rincian peta sebaran titik kebakaran dan status penanggulangan di wilayah Ogan Ilir:

  • Wilayah Indralaya: Tim berhasil memadamkan api di Desa Palem Raya (luas lahan 5 Ha), Desa Sungai Rambutan (2 Ha), Desa Tanjung Baru (1 Ha), serta kawasan Kecamatan Tanjung Baru dekat Lubuk Sakti. Namun, petugas masih terus memantau titik api di Desa Meranjat II dan Desa Tanjung Agung yang areanya belum sepenuhnya steril.
  • Wilayah Pemulutan: Api berhasil dipadamkan di Desa Aur Standing (2 Ha) dan Desa Kapuk (1 Ha). Petugas juga berhasil menangani kebakaran rumah berukuran 20×20 m² di Desa Mekar Jaya. Sementara itu, pemantauan intensif masih dilakukan di Desa Sarang Elang.
  • Wilayah Tanjung Batu & Lubuk Keliat: Kebakaran di Desa Burai (2 Ha) dan Desa Rengas II (1 Ha) berhasil dipadamkan. Petugas juga berhasil menjangkau Desa Ulak Kembahang meskipun dihadapkan pada akses yang sulit karena harus menyeberangi sungai. Adapun titik api di Desa Ketiau saat ini masih dalam proses penanganan.
  • Wilayah Muara Kuang, Tanjung Raja, & Rantau Alai: Kondisi di wilayah-wilayah ini terpantau relatif terkendali. Kebakaran lahan di Desa Munggu (0,1 Ha), Desa Sunur (0,3 Ha), Desa Kerinjing, dan Desa Sukananti Baru dilaporkan telah padam sepenuhnya.

Meskipun aplikasi Stop KARHUTLA sempat mengalami gangguan teknis, koordinasi dan pengiriman laporan darurat dari lapangan tetap berjalan lancar dan cepat melalui pemanfaatan aplikasi pesan singkat WhatsApp. Polres Ogan Ilir mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan segera melaporkan jika melihat adanya kepulan asap di wilayah mereka.